Your Ad Here

Thursday, July 10, 2008

Mampukah Kita Mencintai Tanpa Syarat?

VERY TOUCHING..................Siapkan tissue sebelum baca....


MAMPUKAH KITA MENCINTAI ISTRI KITA TANPA SYARAT ???

Ini cerita Nyata, beliau adalah Bp. Eko Pratomo, Direktur Fortis Asset Management yg sangat terkenal di kalangan Pasar Modal dan Investment, beliau juga sangat sukses dlm memajukan industri Reksadana di Indonesia .. Apa yg diutarakan beliau adalah Sangat Benar sekali. Silahkan baca dan dihayati.
*MAMPUKAH KITA MENCINTAI TANPA SYARAT* - - - sebuah perenungan

Buat para suami baca ya..... istri & calon istri juga boleh... Dilihat dari usianya beliau sudah t id ak muda lagi, usia yg sudah senja bahkan sudah mendekati malam, Pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua. Mereka menikah sudah lebih dari 32 tahun. Mereka dikarunia 4 orang anak disinilah awal cobaan menerpa, setelah istrinya melahirkan anak ke empat tiba2 kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang, lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi. Setiap hari pak suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian. Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum, untunglah tempat usaha pak suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang. sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa2 saja yg dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, Pak Suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur. Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke empat buah hati mereka, sekarang anak2 mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yg masih kuliah. Pada suatu hari ke empat anak suyatno berkumpul dirumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah sudah tinggal dengan keluarga masing2 dan Pak Suyatno memutuskan ibu mereka dia yg merawat, yang dia inginkan hanya satu semua anaknya berhasil. Dengan kalimat yg cukup hati2 anak yg sulung berkata " Pak kami ingin sekali merawat ibu semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu, tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak....... ...bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu" . dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata2nya "sudah yg keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi,kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak dengan berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat bapak, kami janji kami akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian". Pak Suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak2 mereka.
"Anak2ku......... Jikalau perkawinan & hidup didunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah..... .tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian disampingku itu sudah lebih dari cukup,
dia telah melahirkan kalian.. sejenak kerongkongannya tersekat,... kalian yg selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yg tidak satupun dapat dihargai dengan apapun. coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya seperti Ini. Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang, kalian menginginkan bapak yg masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yg masih sakit." Sejenak meledaklah tangis anak2 pak suyatno merekapun melihat butiran2 kecil jatuh dipelupuk mata ibu Suyatno.. dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya itu.. Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah tidak bisa apa2.. disaat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yg hadir di studio kebanyakan kaum perempuan pun
tidak sanggup menahan haru disitulah Pak Suyatno bercerita. "Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak
mau memberi ( memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian ) adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 orang anak yg lucu2.. Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama..dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit,,," --- BILA ANDA MERASA BAHAN RENUNGAN INI SANGAT BERMANFAAT BAGI ANDA DAN BAGI ORANG LAIN, MOHON KIRIM EMAIL INI KE TEMAN, FAMILY DAN KERABAT ANDA LAINNYA SEMOGA BERMANFAAT VERY TOUCHING.................

Sunday, July 06, 2008

Kisah Nyata ( Terjadi di Mega Mall )

>> Biarlah cerita nyata ini menjadi peringatan
>>
>>
>>
>> To the men : warn your loved ones!
>>
>> Untuk para pria : peringatilah orang yang Anda kasihi
>> !
>>
>>
>>
>> To the women : remember this!
>>
>> Untuk para wanita : ingatlah akan hal ini !
>>
>>
>>
>> About a month ago there was a woman standing by the Mega
>> Mall entrance
>> passing out flyers to all the women going in. The woman had
>> written the
>> flyer herself to tell about an experience she had, so that
>> she might warn
>> other women.
>>
>>
>>
>> Sekitar satu bulan ada seorang wanita sedang berdiri di
>> Pintu masuk Mega
>> Mall dan sedang membagikan flyer kepada semua wanita yang
>> masuk ke mall
>> tersebut. Wanita tersebut telah menulis sendiri flyer
>> tersebut untuk
>> menceritakan mengenai pengalaman yang dialaminya, sehingga
>> dia dapat
>> memperingati wanita lainnya.
>>
>>
>>
>> The previous day, this woman had finished shopping, went
>> out to her car and
>> discovered that she had a flat. She got the jack out of the
>> trunk and began
>> to change the flat. A nice man dressed in business suit and
>> carrying a
>> briefcase walked up to her and said,
>>
>>
>>
>> Sehari sebelumnya, wanita ini telah selesai berbelanja,
>> keluar menuju ke
>> mobilnya dan mendapati bahwa ban mobilnya kempEs. Dia
>> mengeluarkan dongkrak
>> dari bagasi dan mulai mengganti ban yang kempes itu.
>> Seorang pria yang ramah
>> dengan pakaian bisnis dan membawa sebuah koper menghampiri
>> dia dan berkata,
>>
>>
>>
>> 'I notice you're changing a flat tire. Would you
>> like me to take care of it
>> for you?'
>>
>>
>>
>> 'Saya perhatikan Anda sedang mengganti ban yang kempes.
>> Maukah Anda
>> membiarkan saya yang melakukannya untuk Anda?'
>>
>>
>>
>>
>>
>> The woman was grateful for his offer and accepted his help.
>> They chatted
>> amiably while the man changed the flat, and then put the
>> flat tire and the
>> jack in the trunk, shut it and dusted his hands off.
>>
>>
>>
>> Wanita tersebut sangat berterima kasih dengan tawarannya
>> dan menerima
>> pertolongannya. Mereka bercakap-cakap dengan ramah
>> sementara sang pria
>> mengganti ban kempEs tersebut, dan meletakkan ban kempes
>> serta dongkrak ke
>> dalam bagasi, menutupnya dan membersihkan tangannya.
>>
>>
>>
>> The woman thanked him profusely, and as she was about to
>> get in her car, the
>> man told her that he left his car around on the other side
>> of the mall, and
>> asked if she would mind giving him a lift to his car. She
>> was a little
>> surprised and asked him why his car was on the other side.
>> He explained that
>> he had met an old friend in the mall whom he hadn't
>> seen for some time and
>> they had a bite to eat and visited for a while; he got
>> turned around in the
>> mall and left through the wrong exit, and now he was
>> running late and his
>> car was clear around on the other side of the mall.
>>
>>
>>
>> Wanita tersebut sangat berterima kasih kepadanya, dan
>> ketika dia hendak
>> masuk ke mobilnya, pria tersebut mengatakan bahwa dia
>> memarkir mobilnya di
>> bagian lain dari mall tersebut, dan bertanya apakah wanita
>> tersebut tidak
>> keberatan untuk memberinya tumpangan sampai ke
>> mobilnya.Wanita tersebut
>> sedikit terkejut dan menanyakan mengapa mobil pria tersebut
>> ada di bagian
>> lain. Pria itu menjelaskan bahwa dia baru saja bertemu
>> dengan teman lama di
>> mall yang sudah lama tidak ditemuinya dan mereka baru saja
>> makan dan
>> bercengkerama sebentar; dia kemudian berjalan ke arah
>> sebaliknya dari mall
>> tersebut dan keluar melalui pintu yang salah, dan dia
>> sekarang telat dan
>> mobilnya berada di bagian lain dari mall tersebut.
>>
>>
>>
>> The woman hated to tell him 'no' because he had
>> just rescued her from having
>> to change her flat tire all by herself, but she felt
>> uneasy. Then she
>> remembered seeing the man put his briefcase in her trunk
>> before shutting it
>> and before he asked her for the ride to his car.
>>
>>
>>
>> Wanita tersebut merasa sungkan untuk berkata
>> 'tidak' karena dia baru saja
>> menolongnya sehingga tidak perlu mengganti bannya
>> sendirian, tetapi dia
>> merasa gelisah. Kemudian dia teringat melihat pria tersebut
>> menaruh kopernya
>> ke dalam bagasinya sebelum menutupnya dan sebelum pria itu
>> bertanya apakah
>> dia bisa menumpang di mobilnya.
>>
>>
>>
>> She told him that she'd be happy to drive him to his
>> car, but she just
>> remembered one last thing she needed to buy. She said she
>> would only be a
>> few minutes; he could sit down in her car and wait for her;
>> she would be as
>> quick as she could be. She hurried into the mall, and told
>> a security guard
>> what had happened; the guard came out to her car with her,
>> but the man had
>> left..
>>
>>
>>
>> Wanita tersebut berkata bahwa dia sangat ingin mengantar
>> pria tersebut ke
>> mobilnya, tetapi dia baru saja ingat bahwa masih ada yang
>> harus dibelinya.
>> Wanita itu berkata bahwa dia hanya akan sebentar; pria
>> tersebut dapat duduk
>> di mobilnya dan menunggunya; dia akan secepatnya kembali.
>> Wanita tersebut
>> kemudian tergesa-gesa masuk ke dalam mall dan
>>
>> memberitahu satpam apa yang telah terjadi; satpam tersebut
>> mendatangi
>> mobilnya, akan tetapi pria tersebut telah hilang..
>>
>>
>>
>> They opened the trunk, took out his locked briefcase and
>> took it down to the
>> police station. The police opened it (ostensibly to look
>> for ID so they
>> could return it to the man). What they found was rope, duct
>> tape and knives.
>>
>>
>>
>> Mereka kemudian membuka bagasinya, mengambil koper pria
>> tersebut yang masih
>> terkunci dan membawanya ke kantor polisi. Polisi kemudian
>> membukanya (tentu
>> saja untuk mencari kartu identitasnya sehingga dapat
>> mengembalikannya kepada
>> pria tersebut). Apa yang mereka temukan ternyata tali,
>> plester dan pisau.
>>
>>
>>
>> When the police checked her 'flat' tire, there was
>> nothing wrong with it;
>> the air had simply been let out. It was obvious what the
>> man's motive was,
>> and obvious that he had carefully thought it out in
>> advance.
>>
>>
>>
>> Ketika polisi memeriksa bannya yang kempes, tidak ada yang
>> salah dengan
>> bannya; udaranya telah dikeluarkan dengan sengaja. Jelaslah
>> motif pria
>> tersebut, dan jelas pula bahwa dia telah merencanakannya
>> dari awal.
>>
>>
>>
>> The woman was blessed to have escaped harm. How much worse
>> it would have
>> been had she waited in the car while the man fixed the
>> tire, or if she had a
>> baby strapped into a car seat. Or if she'd gone against
>> her judgment and
>> given him a lift.
>>
>>
>>
>> Wanita tersebut masih diberkati dan telah lolos dari
>> bahaya. Betapa akan
>> lebih buruk jadinya bila dia menunggu di dalam mobil
>> sementara pria tersebut
>> memperbaiki bannya, atau jika ada bayi di dalam mobilnya.
>> Atau dia tidak
>> menghiraukan kata hatinya dan memberi pria tersebut
>> tumpangan.
>>
>>
>>
>> I'd like you to forward this to all the women you know
>> .. Saya ingin Anda
>> mem-forward hal ini ke semua wanita yang Anda kenal..
>>
>>
>>
>> It may save a life . A candle is not dimmed by lighting
>> another candle. I
>> was going to send this to the ladies only; but guys, if you
>> love your
>> mothers, wives, sisters, daughters, etc., you may want to
>> pass it on to them
>> as well.
>>
>>
>>
>> Hal tersebut mungkin dapat menyelamatkan sebuah nyawa.
>> Cahaya sebuah lilin
>> tidak berkurang dengan nyalanya lilin lain. Saya
>> sebenarnyai ngin
>> mengirimkannya kepada para wanita; tetapi untuk para pria,
>> jika Anda
>> mengasihi ibu, isteri, saudara perempuan, anak perempuan
>> Anda, dan lainnya,
>> Anda dapat mengirimkannya kepada mereka juga.
>>
>>
>>
>> Send this to any woman you know that may need to be
>> reminded that the world
>> we live in has a lot of crazies in it.... better safe than
>> sorry .
>>
>>
>>
>> Kirimkan ini ke semua wanita yang Anda kenal yang patut
>> diingatkan bahwa
>> dunia yang kita tinggali banyak memiliki kegilaan... lebih
>> baik berhati-hati
>> daripada menyesal.
>>
>>
>>
>> PLEASE BE SAFE AND NOT SORRY!
>>
>>
>>
>> Mohon berhati-hati daripada menyesal !
>>
>>
>>
>> JUST A WARNING TO ALWAYS BE ALERT AND USE YOUR HEAD!!!
>>
>> Hanya sebuah peringatan untuk selalu waspada dan
>> menggunakan akal sehat Anda
>> !!!
>>
>>
>>
>> Pass this along to every woman you meet. Never let your
>> guard down.
>>
>>
>>
>> Sebarkan hal ini kepada setiap wanita yang Anda termui.
>> Jangan pernah Anda
>> lengah.
>>
>>
>>
>> SOMETIMES, THAT FEELING IN YOUR GUT IS THE VOICE OF GOD.
>> TRUST YOUR
>> INSTINCTS!!
>>
>>
>>
>> KADANG-KADANG, PERASAAN DI HATI ANDA ADALAH SUARA TUHAN.
>> PERCAYA PADA
>>
>> INSTING ANDA !!
>
>
>

Thursday, July 03, 2008

What Gay Childhood Icon Are You?

exploring mysteries of my life? gimme a break!
this is another blogthings quiz...




You Are the Very Gay Velma!



She might not even realize it...

But Velma is all about Daphne... not Fred!

RiverStream Hot Tweets

    follow me on Twitter

    riverstream web search

    Custom Search

    My Blog List

    BJ's YouTube RiverStreaming

    Popular Posts